Tampilkan postingan dengan label jurnal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jurnal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Desember 2014

Arung Panrita's 4th Bday


13 November 2014, Arung Panrita berulang tahun yang ke-4. Kali ini kami, terutama saya, ingin merayakan hari lahirnya dengan sebuah pesta kecil bersama kawan-kawan dekat. Saya lalu mengontak seorang sahabat bernama Denassa (Darmawan Dg Nassa) yang memiliki halaman luas yang juga dibuka untuk umum untuk menerima kami merayakan ulang tahun Arung. Rumah Hijau Denassar (RHD) adalah halaman dan kebun yang dimiliki oleh Denassa dan sangat cocok untuk piknik sekaligus belajar tentang tanaman lokal. Kecintaan Denassa pada tanaman lokal membuatnya menanam berbagai jenis tanaman yang sudah mulai jarang ditemukan di tanah peninggalan orangtuanya.

Saya sendiri disela-sela kesibukan kantoran mempersiapkan goodie bag untuk teman-teman Arung (dan teman orangtuanya) berupa paket “Grow Your Own Plant, Grow Your Love’ yang terdiri dari sebungkus tanah bercampur pupuk organik, sebungkus benih (ada tomat, cabe, bunga-bunga dll), garden tag dari recycle ice cream stick, pot recycle dari air mineral gelas, hiasan dari tutup botol minuman, petunjuk penanaman dan potongan kain sutra Toraja sebagai tas pembungkus. Saya juga telah memesan ke Denassa untuk disiapkan makanan lokal yakni nasi beras merah, ayam kampung dan perkedel serta sayuran lokal sebagai bekal makan sore. Acaranya sendiri dibuat santai dan bersama-sama mendengarkan penjelasan Denassa sambal tour mengelilingi kebun RHD. Sebuah kamera Polaroid dan beberapa property ulang tahun juga tersedia untuk mengabadikan keceriaan pesta kebun ini. Sebelum pulang, Arung, tante Sartika yang juga sehari sebelumnya berulang tahun dan si anak dara cilik yang sangat kritis, Ziva Anjum, masing-masing menanam sebuah pohon sebagai kado buat diri. 








Sebelumnya Arung telah meniup empat lilin ulang tahun di atas susunan kue donat kampung. Tidak terasa telah empat tahun kami diberikan kepercayaan merawat Arung hingga dia boleh tumbuh sehat. Kami mungkin bukan orangtua yang sempurna namun kami berusaha memberikan yang terbaik buat Arung. Kami belajar banyak hal dari dan bersama Arung selama empat tahun ini. Kami belajar untuk menahan ego, belajar sabar, belajar bekerja sama dengan lebih baik lagi, belajar menikmati hal-hal kecil yang justru menjadikan kami sekeluarga lebih dekat serta belajar untuk menjadi orangtua yang bijak. Kami senantiasa berdoa semoga Arung dilimpahi kesehatan dan tumbuh sehat menjadi manusia yang bahagia dan senantiasa menyukuri berkat Tuhan. Selamat Ulang Tahun, anakku.

Senin, 07 November 2011

Kado Bahagia

1Biratnagar, Nepal, 31 Maret 2010

Hari ini Bapak ulang tahun. Sengaja Mama menunggu hari ini untuk menggunakan tes pack kehamilan. Selain karena Mama sudah tidak haid selama 2 bulan, juga karena teringat mimpi sewaktu masih di Inggris saat persiapan menuju Nepal ini. Waktu itu Mama bermimpi seperti sedang makan malam bersama Bapak, Om Simon serta tante Helena. Lalu datang seorang anak kecil laki-laki mengajak tante Helena berdansa. Karena tante Helena saat itu sedang hamil muda, sempat terpikir oleh Mama mungkin anak kecil itu adalah anak tante Helena nantinya. Tak menyangka bahwa ternyata Mama juga sedang hamil beberapa minggu. Pantas saja sejak tiba di Nepal, yang biasanya suka mencoba-coba makanan dan bukan seorang yang gampang jijik, kok Mama malah gak doyan makanan lokal dan gampang mual melihat sesuatu yang tidak higenis. Bahkan yang biasanya tahan ‘banting’ di lapangan, malahan Mama terkena diare yang menyebabkan keberangkatan ke kota Biratnagar tempat Mama melakukan penelitian selama 5 bulan menjadi ditunda. Rupanya oh rupanya, ketika sampai akhir Maret belum juga kedatang ‘tamu bulanan’, Mama jadi berharap bahagia mendapat kabar gembira.

Bangun dari tidur, pagi-pagi itu Mama lalu mengeluarkan kado yang sudah dipersiapkan sejak masih di Inggris buat hari ulang tahun Bapak. Sebuah buku saku mengenai Arsenal, klub sepak bola kesukaan Bapak. Setelah itu, Mama mengambil tes pack dan mencobanya. Alhamdulliah, Puji Tuhan.. hasilnya positive. Mama lalu memberitahu Bapak yang juga sudah menerima kado bukunya. Bapak sangat gembira, di hari ulang tahunnya juga mendapat kado bahagia berupa kabar sukacita. Bapak lalu mengambil kamera dan mengabadikan 2 kado ulang tahunnya, buku dan tes pack bertandakan hasil yang positive.



Mama dan Bapak tinggal di sebuah ruangan di lantai 3 gedung yang disewa YOAC bersama 2 lembaga lainnya.  Dan kebetulan hari ini adalah hari kerja. Pak Mohan Gautam, Project Manager di Youth Action Nepal (YOAC) tempat Mama internship sekaligus melakukan penelitian selama di Biratnagar, sudah datang sejak pukul 9 pagi. Mama lalu meminta ijin untuk pergi ke dokter untuk memastikan kehamilan ini. Pak Mohan sempat khawatir dan mengira Mama sakit, memang Mama belum memberitahunya. Bersama Bapak yang menggonceng Mama dengan sepeda, kami lalu mendatangi tempat praktek dokter kandungan dari deretan tempat praktek dokter yang ada di Hospital Chowk. Nama dokternya adalah Dr. Sangeeta Mishra, beliau sangat baik dan ramah serta cantik pula. Dokter Sangeeta adalah lulusan spesialis kandungan dari USA. Dari hasil USG serta tes air seni, Mama dinyatakan telah hamil 7 minggu.

Ini adalah foto USG sewaktu kamu masih sebesar kacang ijo, masih 7 minggu. Perkiraan dokter, bayi akan lahir sekitar tanggal 7 November 2010. Mama masih melanjutkan minum vitamin folic acid yang diberikan oleh suster di klinik Sussex agar janin bertumbuh sehat dan kuat. Mama dan Bapak memang telah mempersiapkan sejak awal dan Tuhan mengabulkan doa Mama dan Bapak. Vitamin ini sangat penting dan berguna juga karena kegiatan penelitian Mama yang mengharuskan pergi ke desa-desa dan kondisi jalan yang kurang bagus di Biratnagar ini. 





Dan ini adalah scan dari catatan pertama hasil pemeriksaan kehamilan di Dokter Sangeeta Mishra.



Doa Mama dan Bapak, semoga segala sesuatunya berjalan lancar, janinnya tumbuh dengan sehat dan kuat dan bisa lahir dengan normal. 



Jumat, 23 September 2011

Catatan untukmu, anakku

Tak terasa anakku Arung Panrita telah hampir berusia satu tahun. Waktu terasa berlalu begitu cepatnya. Seperti baru kemarin rasanya saya mendekapnya erat didada ketika ia pertama kali dilahirkan November 2010 silam. Kini Arung anakku sudah bisa berdiri dan mencoba untuk berjalan sendiri. Mengingat kembali kemasa-masa ketika saya hamil dan pengalaman melahirkan serta merawat Arung, saya tersenyum bahagia. Meski tak pernah membayangkan akan mengalami masa kehamilan di dua negara serta melewati proses melahirkan dan merawat buah hatiku ini saat jauh dari keluarga besar di Indonesia, syukurnya saya berhasil melaluinya dengan baik berkat dukungan penuh dari suami tercinta, kawan-kawan, bantuan mesin pencari online dan komunikasi yang terjalin via internet dan telepon. Agar anakku Arung juga bisa membayangkan proses saat dia dikandung dan dibesarkan, saya akan memindahkan catatan yang saya tulis selama hamil hingga sekarang di blog ini yang khusus kubuat untuknya. Anakku Arung Panrita, semoga engkau menjadi anak yang berbudi baik dan bertingkah laku sesuai arti nama yang bapak dan mama pilihkan untukmu.